Sunday, August 4, 2013

I Found My Love In Seoul [Part 4]

I Found My Love In Seoul [Part 4]


Author : hys2918
Genre : Romance

Cast :
- Choi Henry
- Sullindah (OC)
-and Other cast


Chapter 4

Beberapa Bulan kemudian.......

Sejak pacaran dengan Henry, terkadang Sulli harus menemani syuting ke luar kota walaupun melelahkan baginya tapi ia merasa senang dengan hal itu. Sampai saat ini masih ada fans dari Henry yang memakinya, mencelanya dan sebagainya karna masih belum terima dengan keadaan ini. Kadang – kadang Sulli tetap tersenyum saat di depan fans yang memakinya walau di dalam hatinya menangis. Henry kerap mengingatkan, jangan di tanggapi hal seperti itu saat Sulli menangis di hadapannya. Henry tau kalau ia adalah pacar pertama Sulli, tapi saat punya pacar pertama kali malah tersiksa batinnya seperti ini. Ia juga merasa tidak enak dengan Sulli.

~~~~


Hari ini aku akan menemani Henry ke Pulau Jeju untuk melakukan photoshoot untuk sebuah majalah fashion. Sebenarnya aku menolak ajakannya, karna aku ingin liburan di Indonesia saja dari pada di sini. Aku kangen dengan negaraku tercinta. Aku dipaksa ikut, ya sudah aku ikuti saja ia. Sementara Henry melakukan photshoot di pinggir pantai, aku berjalan – jalan menyusuri pasir putih di daerah sini. Aku baru tau kalau ada tempat seindah ini di sini. Padahal aku sudah dua kali ke pulau ini, tapi Henry tidak pernah mengjakku kesini. Saat sedang asyik melihat pemandangan tiba – tiba ponselku bergetar tanda SMS masuk.

To : Sulli
Chagi(sayang) tolong kau kembali ke tempat aku melakukan photoshoot. Ku tunggu.

Apa ia sudah selesai melakukan pekerjaannya? Aku menuju ke tempat yang di maksud tadi. Aku melihat sebuah panggung kecil dan termasuk beberapa alat musik. Kenapa ia malah bermain – main seperti ini. Kulihat juga Henry sudah siap disana. Aku di persilahkan duduk di tempat yang sudah di persiapkan sebelumnya oleh pelayan. Mau apa dia? Kuperhatikan saja ia bernyanyi, tapi lagu ini seperti lagu Super Junior – Marry U, apakah ia mau melamarku? Tunggu dulu ini seperti jalan cerita yang aku tulis di Diary dari mulai berharap jika di tembak cowok di depan umum sampai sekarang. Apa Henry sudah membaca buku Diaryku dulu? Akh.... bagaimana ini aku malu sekali. Kutundukkan kepalaku karna malu.

FlashBack~~~~

Sulli mulai mencoret – coret buku diarynya. Sulli berharap jika besok seorang cowok menyatakan cintanya akan persis seperti ini ceritanya. Jika menjadi pacarnya harus menembaknya di depan umum dan menyanyikan sebuah lagu. Dan jika pacarnya itu melamarnya, ia harus melamarnya di pinggir pantai yang mempunyai pemandangan indah. Itulah yang di tulis Sulli. Tiba – tiba ia di tarik Nana keluar karna ada tontonan seru katanya di depan. Tak sengaja buku diarynya pun terjatuh dan di temukan oleh Henry. Dibacalah isinya selembar demi selembar. Setelah Sulli merasa ada yang hilang dari isi tasnya, ia kembali ke kelas dan menemukan diarynya yang diletakan di atas meja dengan rapi. Saat di buka – buka ia melihat tulisan Hangul(huruf korea) Saranghaeyo. Ia tak peduli dengan hal itu, yang penting bukunya sudah ketemu saja sudah cukup. ~~~~End FlashBack~~~~

Apa ia yang mencoret – coret bukuku dengan kata – kata itu? tapi aku ingin ia seperti ini karna inisiatif bukan karna tuntunan bukuku. Tidak seru kalau begini caranya. Setelah ia menyanyi, Henry datang padaku lalu berjongkok di hadapanku seperti dulu.

“would you marry me?” tanyanya.

“i do.” Jawabku menerimanya.

“tapi tak segampang itu kau menikahiku. Kau harus ijin dulu pada ayah ibuku di Indonesia!” ucapku lagi.

“baiklah. Besok kita akan kesana. Kau juga harus ikut ok” perintahnya mwo(apa)? Tapi aku besok sudah masuk kuliah lagi pula ia juga sama harus masuk juga.

“kau tidak usah khawatir tentang besok. Aku sudah meminta cuti untuk beberapa hari. Kau itu rajin sekali kalau namanya masuk kuliah.” Ucapnya sambil mengacak – ngacak rambutku pelan.

~~~~

Hari ini Sulli dan Henry berangkat ke Indonesia dari bandara di Pulau Jeju. Mereka duduk di kelas eksekutif. Saat di pesawat masih saja ada yang meminta foto pada Henry. Padahal ia sudah memakai pakaian yang menyamarkan mukanya. Perjalanan dari Korea ke Indonesia memerlukan waktu selama 7 jam. Saat di perjalanan mereka hanya tidur. Sesampainya di Bandara Soekarno-Hatta Henry di sambut baik oleh fansnya. Mereka keluar melewati jalur yang berbeda. Sulli di jemput oleh Ayu satu – satunya teman yang di Indonesia. Mungkin teman yang lainnya masih di luar negeri untuk melanjutkan kuliah mereka. Saat bertemu mereka lompat – lompat seperti anak kecil.

“ayo cepat masuk mobil. Nanti ada paparazi bagaimana? Kau sudah terkenal tau di sini sekarang. Gara – gara kau pacaran dengan Henry.”

“baiklah” „aku lupa kalau di sini sedang demam dengan namanya K-POP‟ batin Sulli. Selang beberapa lama Henry menyusul mengikuti Sulli masuk ke mobil.

“aduh....capek sekali habis desak – desakan”

“ini bersihkan keringatmu itu.” ucap Sulli sambil menyodorkan sekotak tisu.

“gomawo” balas Henry tersenyum.

“ehemm.... ada orang disini.” Ucap ayu yang merasa dianggap tidak ada di antara mereka.

“oh..... kenalkan nama saya Choi Henry.” Kata Henry dalam bahasa Indonesia. Sulli kaget dengan hal itu.

“kau belajar dari mana?”

“semalam aku mempelajarinya” jawab Henry yang bertanya hanya ber‟o‟ria. Ayu mengeluarkan sesuatu dari dalam tasnya. Ternyata ia mengeluarkan sebuah cindera mata berupa barang – barang khas Indonesia seperti Blankon dan sebgainya.

“terima..ka..sih” ucap henry putus – putus sambil mengingat kata yang ia ucapkan tadi lalu tersenyum. Sulli dan Ayu yang melihatnya hanya tertawa kecil.

“ternyata gadis indonesia cantik – cantiknya” ucap Henry yang langsung diberi tatapan tajam oleh Sulli. Henry yang melihatnya langsung diam.

Mulai saat itu mereka saling bercerita tentang pengalaman saat berada di luar negeri hingga cara Henry menyatakan cintanya pada Sulli. Henry yang mendengar setelah di
terjemahkan oleh Sulli malu. Hari ini Henry memutuskan untuk tidur di hotel dulu melepas rasa lelah duduk di kursi pesawat. Sedangkan Sulli pulang kerumah orang tuanya.

Hari berikutnya~~~~

Hari ini mereka-Sulli,Henry,Ayu-berencana pergi ke sebuah cafe. Ini tidak biasanya Henry berani membuka penyamarannya di tempat umum di luar negeri pula. Tiba – tiba ada suara yang memekakan telinga.

“Sullindah” seseorang memanggil nama Sulli. Mereka langsung melihat kearah sumber suara.

“Luna” balas Sulli. Luna datang dan langsung memeluknya.

“kenapa kau datang kesini tidak bilang – bilang. Kau datang dengan siapa? Apakah kau datang sendiri?” tanya Luna sambil berpelukan.

“maaf memang rencana ini mendadak. Lagi pula kukira kau sibuk dengan kuliah mu. Tidak, aku datang bersamanya.” Jelas Sulli lalu menunjuk Henry yang berada di sampingnya. Luna yang melihatnya hanya shock. Bagaimana tidak Sulli pergi kesana untuk menuntut ilmu eh malah pulangnya bawa idolanya bukannya ilmu.

“hallo, nama saya Choi Henry.” Henry menggunakan bahasa Indonesia (lagi).

“Luna” ucap luna sambil berjabat tangan.

“bolehkah aku meminta tanda tanganmu?” ucapan Luna langsung di translitkan oleh Sulli. Yang ditanya hanya menganggukkan kepalanya mengiyakan. Luna mengeluarkan sebuah Album milik Henry saat awal debut yang ia punya.

“Ternyata yang dibilang Ayu kemarin benar kau kesini dengan Henry.” Lanjut Luna terenyum Riang.

“jadi kau kembali kesini bukan karna kau ingin bertemu denganku tapi ingin bertemu dengannya bukan? Pantas saja kau sudah membawa album kesayangan mu itu” ucap Sulli lalu menatap Ayu yang sedang menundukkan kepalanya. Luna bertanya terus pada Henry, Sulli yang capek karna harus bolak – balik mentranslitkan menyuruh Luna untuk berbicara bahasa inggris dengan Henry.

“sudahlah, bicaralah dengan bahasa inggris dengannya. Aku capek mentranslitkan” kata Sulli.
(Karna penulis kurang dalam percakapan bahasa inggris jadi penulis tulis indonesianya saja ya antara Henry-Luna)

“oh baiklah. Kenapa kau tidak ajak teman – teman mu kesini?”

“mereka sedang ada jadwal. Jadi tidak bisa ikut.”

“bilang saja kalau kau ingin berduaan denganku. Begitu saja repot.” Sahut Sulli.

“kok tau. Kau bisa tau percakapan kami?” tanya Henry.

“kau kira aku tidak lancar bahasa inggris” jawab Sulli dingin.

“mungkin”


“aishh....kau itu” ucap Sulli kesal. Henry hanya tertawa melihat kelakuan calon istrinya itu. Setelah mereka puas berbicara, mereka kerumah Sulli untuk melaksanakan tujuan utama mereka kesini. Tapi kali ini Ayu tidak ikut dengan mereka karna ada urusan kampus. Saat perjalanan Henry cemas jika tidak di terima oleh ayah-ibu Sulli. Setelah sampai Henry bicara dengan ayah-ibu Sulli di bantu Sulli. Tak disangka ia diterima dengan sangat baik dan diterima menjadi menantunya. Karna alasan pilihan Sulli adalah yang terbaik dan bisa membahagiakan putrinya, itu saja. Setelah semuanya selesai Henry kembali ke Korea karna ia ada pekerjaan mendadak. Sedangkan Sulli tinggal beberapa hari di Indonesia.

TBC... 

No comments:

Post a Comment