Friday, May 23, 2014

Secret Admirer [One Shot]


Title : Secret Admirer

Author : blackstory14


Rating : Teen, PG


Length : One shot


Genre : Romance 


Main Cast : Apink Park Chorong – INFINITE Nam Woohyun


Other Cast : Find by yourself


Semua mata tertuju pada seorang gadis yang sedang berdiri ditengah lapangan. Sebenarnya ia juga tak mau untuk melakukan hal konyol ini. Hanya karena permainan anak sd yang ia dan teman temannya lakukan. Memaksanya melakukan ini. Sifatnya yang pemalu membuat ia bingung harus melakukan apa. Sebenarnya hanya hal sepele yang harus gadis itu lakukan, bernyanyi di tengah lapangan itu saja.
 
“YA! Park Chorong cepat lakukan” teriak seseorang kepada gadis yang ternyata bernama Park Chorong.

‘aku harus melakukannya biar cepat selesai’ menyemangati dirinya sendiri. Gadis itu mendongak dan mulai bernyanyi dengan suaranya yang merdu.

Gieongnani geuttae jakgo eoryeosseotdeon
Neowa na do you remember
Hangsang hamkkeyeotji uril saemnaedeon manheun chingudeul
Do you remember

Jageun son kkok japgo nal jikyeojun
Eonjena naegeman useojun neo
Baby geuttaen mollasseul geoya
Ama moreuncheokhaesseul geoya neomu eoryeosseotjanha

Eoneusae neon naegero wa nae mamsogeuro wa
Chingu anin namjaro nae yeope isseotji
Geureoke neol yeope dugo nae mam sumgigo
Ireoke sumeo sumeo chinguraneun ireum dwie sumeo

Semua orangyang berkumpul dilapangan terkejut dengan apa yang ia lakukan. Chorong yang dikenal anak rumahan, pendiam, dan tak pandai bergaul mempunyai bakat yang mengejutkan orang. Tak terkecuali namja popular yang memperhatikan Chorong sejak tadi. ‘kenapa aku baru sadar ia punya pesona seperti ini?’ batinya.

Hoksi gakkeum neodo geuttael saenggakhani
Nacheoreom do you remember
Gibun joheun baram uril bichudeon ttatteutan haessal
Do you remember

Neowa nan manheun ge darmasseotgo
Neon naege sojunghan chinguyeosseo
Baby geureoke mitgo itdeon
Naege dareun nega on geoya geureon nega natseoreo

Eoneusae neon naegero wa nae mamsogeuro wa
Chingu anin namjaro nae yeope isseotji
Geureoke neol yeope dugo nae mam sumgigo
Ireoke sumeo sumeo chinguraneun ireum dwie sumeo

Soljikhi na geobi nasseosseo
Neoreul bomyeon tteollineun nae mam iksukji anha
Sasil amureochi anheun nega miwosseonna bwa
Ireon nae mam neoneun wae moreuni

Feel me, feel me, tell me, tell me,
Love me, love me (imi neujeotgetjiman)
Feel me, feel me, tell me, tell me,
Love me, love me (imi neujeotgetjiman)

Eoneusae neon naegero wa nae mamsogeuro wa
Chingu anin namjaro nae yeope isseotji
Geureoke nan ne yeopeseo nae mam sumgigo
Joyonghi gyeote gyeote chinguraneun ireumeuro nama

(So Long – Apink)

Chorong selesai bernyanyi dan dihadiahi tepuk tangan meriah dan pujian pujian yang mengejutkan. Ia hanya tersenyum malu mendengarnya dan berlari kecil kearah teman – temannya. 

“sudah kulakukan.” Ucapnya dengan wajah cemberut.

“baiklah. Ayo kita masuk kelas dan bermain truth or dare lagi ” ucap Bomi dengan santai dan menuju ke kelas.

“tidak mau aku keluar dari permainan itu.”

“eonni kau tadi lihat tidak Nam Woohyun sunbaenim melihat kearahmu terus saat kau bernyanyi tadi. Ia 
sepertinya terpesona olehmu.” Yookyung angkat bicara.

“mana mungkin orang seprti dia terpesona dengan seorang murid tak popular sepertiku.” Ucap Chorong cemberut (lagi)

“bomi ayo kembali ke kelas. Sudah bel.” Lanjutnya tak perduli. ‘Lagi pula mana mungkin seorang casanova seperti Woohyun terpesona oleh gadis sepertiku yang tak ada apa-apanya’ pikir Chorong.

**

Pagi harinya

Chorong berjalan menuju lokernya dengan tergesa gesa. Ia lupa kalau meninggalkan buku materi untuk ulangannya di loker. Mungkin karena kemarin ia sibuk memikirkan bagaimana nasibnya setelah kejadian memalukan itu

Saat ia membuka lokernya banyak surat – surat yang sepertinya sengaja di taruh disana.
Tangannya mulai memunguti kertas warna warni itu. Ia tak terlalu perduli dengan hal seperti ini. Yang ada dipikirannya saat ini hanya bagaimana caranya ia bisa mendapatkan nilai bagus sedangkan ia tak belajar sama sekali kemarin. Chorong memang termasuk murid dengan nilai rata - rata tinggi tapi tidak untuk pelajaran kali ini. Chorong memasukan semua surat kedalam tas dengan cepat dan sedikit berlari menuju kelasnya.

Ia tak sadar kalau sedari tadi diperhatikan oleh seseorang.

“Woohyun-ah kenapa kau masih disini. Lima menit lagi bel.” Ucap sunggyu sambil menepuk pundak Woohyun.

“sebentar tunggu dia masuk kelas dulu.” Katanya tanpa menglihkan pandangannya dari Chorong.

“gadis itu lagi? Kenapa tidak langsung dekati saja. Lagi pula tak biasanya kau begini pada seorang yeoja.” Sunggyu heran dengan temannya yang satu ini. Namja yang biasanya terang – terangan dalam hal mendekati wanita sekarang berubah 180 derajat.

“entah menurutku yang satu ini berbeda. Dia sudah masuk. Ayo ke kelas.” Ucap Woohyun cepat dan sedikit berlari keruangannya.

**

Rest Time

“bomi-ya aku mendapatkan semua ini di lokerku tadi pagi.” Ucap Chorong pada Bomi yang kebetulan satu kelas dengannya. Ia memuntahkan isi tasnya.

“Chorong-a kau sudah mendapatkan fans” teriak bomi dengan hebohnya memuat Chorong secepat kilat menutup mulutnya dengan tangan kecilnya.

“berisik sekali kau. Lihat semua orang menatap kita”

“maaf” Chorong hanya mengangguk mendengar ucapan maaf dari bomi dan mulai membuka suratnya satu persatu. Ada satu surat yang menarik perhatiannya, surat dengan kertas warna coklat terang. Ia membacanya dengan seksama.

Sebenanya aku ingin mengirimu surat dari dulu. Tapi aku tidak berani. Entah mengapa setiap aku melihatmu dunia ini seperti berhenti. Aku ingin melihatmu lebih dekat. Aku ingin berada disampingmu saat kau sendirian. Aku ingin melakukan segalanya untukmu. Tapi aku tidak bisa karena statusku yang sekarang ini.

Sudah 2 tahun aku mengawasimu, mengikutimu kemanapun kau pergi dan menyukaimu ah tidak mencintaimu lebih tepatnya. Mungkin kau berpikir kalau aku ini seorang pengecut karena tidak menyatakanmu secara langsung. Memang seperti itu adanya. Sebenarnya aku ingin menulis semuanya mumpung ada keberanian didiriku.

Your Secret Admirer

Chorong terkejut jika ada seseorang yang menyukainya secara diam diamselam 2 tahun berarti sejak ia masuk kesekolah ini. Ia sedikit tertawa membaca surat ini. Di lihat dari tuliasannya ia bukan orang yang puitis, tulisannya juga tak terlalu jelas.

“Chorong-a lihat semua isi suratnya menyatakan kalau mereka suka pada suaramu kemarin. Ada juga yang menyarankan kau untuk ikut audisi. Itu ide yang bagus bagaimana kalau kau ikut?” Tanya bomi berharap.

“eh… kau sudah membaca semuanya? Aku saja baru membaca satu. Tidak, aku tidak tertarik dengan itu.” Chorong terkjut dengan bomi yang ternyata sedari tadi membuka surat – suratnya. Mungkin karena ia terlalu focus dengan surat yang ia baca jadi tidak memperhatikan bomi.

“eonnideul kami datang” teriak tiga orang gadis cantik.

“heh kalian itu berisik sekali”

“maaf eonni. Apa ini? Dari mana kau mendapat ini semua? Pasti gara – gara kemarin ya?” Chorong dihujani pertanyaan yang sama seperti yang di tanyakan bomi tadi.

“namjoo-ya bisa tidak tanyanya satu-satu?” jawab Chorong dengan malasnya.

“bagaimana kau bisa mendapat surat sebanyak ini? Aku saja satu hari hanya mendapatkan satu sarat dan itupun dari sungyeol sunbae.” Ucap yookyung memelas.

“sudahlah. Mau apa kalian kesini?”

“mengajak kalian kekantin, sudah lama tidak kesana sama – sama.” Akhirnya si pendiam Naeun angkat bicara.

“baiklah ayo. Ngomong – ngomong Eunji kemana?” ucap bomi dengan semangat.

“tadi dia mengirimiku sms. Katanya ia sakit.” Ucap Naeun. Anak seperti itu bisa sakit juga pikir Chorong.

**

Woohyun POV

At Canteen

Aku dan keenam temanku duduk di sudut ruang yang sepertinya memang dikhususkan untuk kami. Kami berbincang bincang dari hal yang penting sampai yang tidak penting. Hingga mataku menatap sosoknya yang sedang duduk tidak jauh dari yang aku dudukki saat ini. Mataku tak bisa lepas dari sosoknya. Hingga sebuah suara menyadarkanku.

“Woohyun-ah kau memperhatikan gadis itu lagi. Apa kau tidak lelah memperhatikannya dari jauh terus?” ucap myungsoo. Sebenarnya aku lelah seperti ini terus mau bagaimana lagi aku tidak berani mendekatinya.

“apa kau takut kalau nanti jika ia menjadi pacarmu reputasimu sebagai casanova hilang?” sang tertua berbicara. 

Tidak, aku tidak takut akan hal itu. Yang aku takutkan jika ia menjadi pacarku nanti apa yang terjadi padanya setiap hari. Mungkin ia akan mendapatkan bullyan yang macam – macam. Aku tak mau itu terjadi. Ku alihkan pandanganku kepada gadis itu. Kulihat ia bersama dengan seorang pria sepertinya aku tau pria itu namanya kalau tidak salah Jung Jinyoung. Apa yang mereka lakukan? Kenapa perasaanku menjadi tak enak seperti ini.

“hyung, gadis yang kau sukai itu sudah punya pacar. Berhentilah menyukainya cari yang lain saja. Bukankah banyak yang mengejarmu. Pilih saja satu.” Ujar Myungsoo yang baru datang entah dari mana. Aku menatapnya dengan artian ‘apa yang kau bicarakan’

“laki – laki yang berada di sampingnya itu baru saja jadi pacarnya.” Lanjutnya.

Aku sudah terlambat rupanya memang aku tak bisa menyalahkanmu jika kau memilih orang itu dan bukanya aku. Kalau keadaan sudah seperti ini mau bagaimana lagi. Sebenarnya kalau boleh jujur hatiku sakit mendengar kau punya pacar. Padahal rencananya aku akan mendekatimu hari ini. Tapi mau bagaimana lagi semuanya sudah terlambat.

**

Chorong POV

Aku tidak bisa berhenti memikirkan surat yang aku baca tadi. Bagaimanapun hanya surat itu yang tidak ada nama asli seperti yang lainnya membuatku penasaran.
Aku menunggu teman – temanku yang sedang memesan makanan. Tiba-tiba seseorang yang aku kenal mendekatiku.

“Chorong-a sedang sibuk tidak?” tanyanya perlahan sambil duduk di bangku sebelahku.

“ada apa jinyoung oppa?” ia kakak kelas yang dekat denganku sejak mos. Setelah mos kami memang sering menanyakan kabar, makan bersama. Ia sudah ku anggap sebagai kakakku sendiri.

“ada yang ingin ku bicarakan padamu. Langsung saja, mau tidak kau menjadi pacarku? Aku tau ini terlalu terang-terangan tapi aku sudah lama ingin mengatakan ini padamu. Saat aku bilang aku menyukai seseorang itu adalah kau. Bagaimana jawabanmu?” ucapnya sambilmemegang tanganku.

Aku terkejut dengan apa yang ia katakan. Sebenarnya aku pernah menyukainya bukan sekedar kakak tapi aku buang jauh – jauh karena aku tau ia menyukai seseorang. Tak kusangka orang itu aku. Aku mengangguk tanda menerimanya sebagai pacarku.

**

Beberapa bulan kemudian

Entah kenapa saat Chorong ada jadwal ulangan entah dengan guru killer atau dengan pelajaran yang menurutnya susah pasti ada saja halangannya. Bukunya selalu tertinggal di loker yang berada di lantai satu. Sedangkan 15 menit lagi bel masuk. Ia harus berlari menaiki tangga sampai lantai empat. Kalau dulu saat ia masih kelas dua ia masih ada waktu karena kelasnya hanya di lantai dua. Sekarang ia sudah tingkat akhir.

Saat ia membuka lokernya ia menemukan surat yang sudah lama ia tidak temui. Surat dari penggemar rahasianya. Entah kenapa ia senang melihat surat itu lagi. Surat itu tak muncul di puluhan surat yang beberapa bulan ini setelah ia berpacaran dengan jinyoung. Ngomong – ngomong soal jinyoung. Chorong sudah lama tak ada hubungan lagi dengannya. Hubungan mereka hanya bertahan empat bulan. Chorong tak tau alasannya kenapa jinyoung memutuskanya begitu saja. Chorong berpikir kalau jinyoung sudah punya yang baru karena ia putus saat jinyoung sudah di universitas. Chorong tak ambil pusing tentang hal itu. Ia merindukan surat yang ia pegang saat ini. Aneh memang merindukan surat yang entah siapa pengirimnya ini.

**

At Class

“Bomi-ya aku mendapatkan ini lagi.” Ucap Chorong berseri seri.

“kenapa kau heboh sekali”ucap bomi tak habis pikir. Biasanya teman sebangkunya ini tak seheboh ini.

“surat yang aku tunggu selama ini datang. Aku tak tahu apakah pengirim surat ini tau kalau aku merindukannya.” Ujar Chorong menerawang.

“sudah sana buka. Mungkin isinya orang itu akan pindah sekolah” ucap bomi seenaknya.
Chorong tak peduli itu karena sedari tadi ia memang sudah berkutat dengan surat itu.

Sudah lama ya aku tak mengirimimu surat setelah surat pertamaku dulu. Dan mungkin ini akan menjadi surat yang terakhir karena aku harus belajar dengan sungguh – sungguh untuk ujian masuk universitas, sama sepertimu bukan? Aku dengar kau merindukan suratku yang tanpa nama ini. Maaf aku tak bisa mengirimimu surat dulu karena aku tau kau sudah punya pacar. Jika aku tetap mengirimimu setiap hari pacarmu akan marah. 
Karena setiap aku mengirim surat aku akan bilang aku menyukaimu.
Aku senang di kelas tiga ini kau satu kelas denganku. Aku bisa melihatmu dari dekat bukan dari jauh seperti dua tahun lalu. Di surat ini aku hanya akan memberitahumu. Kau harus datang di pesta kelulusan nanti. Aku menyiapkan surprise untukmu.

Your Secret Admirer

Chorong terkejut membaca isi surat itu. Tak mungkin orang itu ada dikelasnya. Di kelasnya hanya berisi anak – anak populer. Ia, Bomi, dan Eunji hanya beruntung di tempatkan disini. Ia mengedarkan pandangannya ke seluruh kelas hingga matanya bertemu dengan seseorang yang satu sekolah menyebutnya casanova. Chorong hanya menatapnya kosong sedangkan namja itu menatapnya dengan tatapan yang sulit diartikan. Hingga sebuah suara mengalihkan pandangannya.

“baiklah anak – anak siapkan alat tulis kalian kita akan mulai ulangannya.” Sang guru killer berbicara.

“eh… apa? aku belum belajar sama sekali” ucap Chorong berisik.

“kau itu tak belajarpun nilaimu tetap sama saja tinggi.” Sahut eunji dengan logatnya yang masih kental.
Sang casanova hanya tersenyum melihat tingkah gadis itu yang masih seperti anak kecil.

**

Chorong POV

Upacara Kelulusan

Acara yang aku tunggupun tiba. Aku sudah penasaran tingkat dewa siapa orang itu. Aku menyukainya entah kenapa, padahal hanya berasal dari surat itupun hanya aku terima dua kali. Aku duduk di barisan tengah di kanan kiriku ada Bomi dan Eunji. Ya, kami harus meninggalkan sekolah ini dan meninggalkan ke tiga temanku lainnya.

Upacara dimulai dengan membosankan.banyak guru yang memberi nasehat ini itu yang tak ku perdulikan. yang ada dipikiranku saat ini masih sama. Sekarang saatnya penampilan dari murid – murid.

**

Semua lampu yang ada di aula itu tiba – tiba diredupkan. Hanya sebuah lampu yang mereka nyalakan dan itu menyorot pada seseorang yang berada di tengah panggung. ‘ah… si casanova itu’ pikir Chorong. Ia-Chorong- memperhatikan orang itu dengan seksama.

majubogo haryeodeon geu mal
chama haji mot haetdeon geu mal
na jeonhajido motan chae tto tteona
i jarie honja dugo tteonagane

jikyeobol su bakke nan..
tto chamabol su bakke na..
i goseseo neol gidaryeo
aswiumman namgin chae
tto meoreojindaedo du
nuneul gameun chae malhae

na sori eobsi bulleobonda geudae jigeum
gieokhamyeo bulleobonda geudae
ijeuryeogo noryeokhaedo geudae
nae mam gatji anheungeol almyeonseodo

malhaejuji motaetdeon geu mal saranghae..
chama naeji motaetdeon geumal
na jeonhajido motan chae tto tteona
i jarie honja dugo meoreojine

gidaril su bakke nan..
nun gamabol su bakke na..
i goseseo na meomchwoseoseo
aswiumman namgin chae
neo meoreojindaedo du
soneul moeun chae malhae

na sori eobsi bulleobonda geudae jigeum
gieokhamyeo bulleobonda geudae
biuryeogo noryeokhaedo geudae
ni mam yeogi eomneungeol almyeonseodo bulleobonda

maeumeuro malhaebonda geudae jigeum
hoksirado doraolkka naege
nae mam gatji anketjiman geudae
doraondamyeon
hoksirado
majuchilkkabwa

na oneuldo deullijido anheul moksori oechijyo
deureulli eomneunde gyesokhaeseo bureujyo
teongbin gongchaege sseo naeryeogatdeon uriui iyagi
geudaega jjijeojyeoseo honja namge dwaesseo
geudega eomneun jibeseoneun hal ildo eobseo nan beolsseo
da ijeosseul geudaereul da algie
nae bang ane inneun
geudae heunjeokdeureul aesseo tto jiwoyo

maeumeuro malhaebonda geudae jigeum
hoksirado doraolkka naege
nae mam gatji anketjiman geudae
doraondamyeon (doraondamyeon)
hoksirado (hokshirado) majuchilkkabwa (majuchilkkabwa)
gidaryeo..
hoksirado majuchilkkabwa gidaryeo...

(Infinite - Voice Of My Heart)

Namja itu mengakhiri lagunya dengan baik. Membuat semua orang yang melihatnya terkagum. Memang semuanya sudah biasa jika ia tampil bernyanyi di sebuah acara besar. Tidak untuk kali ini. Orang-orang merasa ada yang aneh dengan penampilannya kali ini. Tak terkecuali Chorong. Ia hanya bertepuk tangan dengan terkagum – kagum dengan suara si casanova itu. Saat orang itu turun dari panggung. Sebuah sms masuk di ponsel Chorong.

Bagaimana penampilanku tadi? Bagus tidak? Lagu tadi aku nyanyikan untuk mewakli perasaanku padamu sekarang ini.

Your Secret Admirer

**

Chorong POV

Bukankah yang baru saja tampil itu Woohyun. Tidak mungkin ia pengagum rahasia ku. Mana mungkin 
seorang Woohyun yang populer, banyak di sukai wanita itu yang mengirimi aku surat. Itu tadi adalah penampilan terakhir acara ini. Kami-aku,eunji,bomi-keluar dari gedung. Kami disambut oleh teman yang lainnya dan di beri bouquet bunga.

Kau bisa temui aku di taman sebrang sekolah? Aku ingin menemuimu walau hanya sebentar.

Your Secret Admirer

**

Chorong bingung harus berbuat apa. Jika ia tak menemunya,iya kalau ia menemuinya esok hari. Jika ditemui ia harus melewatkan pesta terakhir bersama kedua teman sekelasnya ini.

Park Chorong, aku tak punya waktu banyak. Bisa kau temui aku sekarang. Sebentar saja.

‘ah…dia lagi’pikir Chorong.

**

5 years later…

Chorong POV

“Akhirnya aku mendapatkan pekerjaan setelah melamar dua bulan yang lalu” ucapku saat sudah berada di depan gedung berlantai 20 ini.

Membutuhkan waktu yang lama bukan. Memang saat disekolah dan di universitas nilaiku selalu bagus bukan berarti aku mendapatkan pekerjaan dengan cepat. Aku disini di terima sebagai sekertaris dari pemilik perusahaan. Walaupun jabatannya tidak sesuai yang aku inginkan tapi ini sudah cukup membuatku senang. Bagaimana tidak, dari sekian ratus yang melamar yang terpilih hanya aku.
Aku diantar oleh seorang receptionist ke ruanganku. Sebelumnya aku disuruh untuk menghadap bosku terlebih dahulu.

**

“permisi pak, sekertaris baru anda sudah tiba” ucap seseorang yang mungkin sekertarisnya juga sambil mengetuk pintu.

“ya, silahkan masuk” jawab seseorang dari dalam ruangan. ‘sepertinya aku mengenal suara ini tapi siapa?’ Chorong berpikir keras untuk mengingat suara ini. Ia yakin pernah mendengarnya.

“selamat pagi pak. Dia sekertaris pribadi anda yang baru. Park Chorong”. Bos itu menoleh kearah mereka. Betapa terkejutnya seorang Chorong. Ia hanya berdiri mematung disamping sekertaris itu. Ia ingin berteriak tapi ia tahan karena ia tau ia akan menghancurkan kantor jika ia berteriak.

“baiklah. Kau boleh keluar”. Ujar bos itu dengan senyum khasnya. Sekertaris itu meninggalkan mereka berdua.

“lama tak bertemu Park Chorong.” Ucap bos itu.

“Nam Woohyun” ya, bosnya itu adalah Woohyun. Seseorang yang membuat Chorong mematung beberapa detik. Seseorang yang membuat Chorong menunggu untuk sekian tahun. Ya, setelah ia tahu dari teman Woohyun yang bernama Kim Myungsoo. Kalau secret admirernya itu Woohyun. Orang yang ia sukai sejak awal kelas satu SMA-sebelum ia menyukai jinyoung tepatnya-. Setelah Woohyun meninggalkannya perasaannya semakin menjadi. Ia sudah dipaksa ibunya untuk menikah tahun lalu. Tetapi ia tak mau karena ia percaya kalau Woohyun akan kembali kesini.
“Duduklah, aku ingin menanyakan sesuatu padamu.” Ucap Woohyun santai yang menyadarkan Chorong dari khayalnya. Chorong mengangguk dan berjalan menuju kursi yang disediakan.

**

Hari sudah sore saatnya semua orang  pulang kerumah masing – masing. Tapi tidak untuk Chorong. Ia masih mendekam di ruangannya karena Woohyun memberikan tugas yang banyak untuknya. Chorong berpikir kalau Woohyun yang sekarang lebih menyebalkan dari pada dulu. Sebenarnya ia bisa mengerjakannya dirumah. Karena laptopnya sedang bermasalah jadi ia menggunakan computer kantor.

“aku keluar sebentar. Kau jangan kemana mana. Aku akan kembali satu jam lagi”. Ternyata si bos kejam belum pulang batin Chorong.

“iya” jawab Chorong singkat matanya tetap focus membaca isi laporan – laporan. Sang bos hanya tersenyum penuh arti pada wanita itu.

****

Setelah keluar namja itu mengendarai mobilnya ke pusat electronic. Ia tak mau kalau wanita harus tidur dikantor karena tugas yang ia berikan padanya.

****

“Park Chorong-ssi. Ini ada kiriman untuk anda.” Chorong hanya mengikuti apa yang di beritahu oleh kurir tersebut. Ia bingung harus diapakan barang ini. Seingatnya ia tak pernah membeli sebuah benda canggih ini. Ia menghentikan pekerjaannya dan mulai mengoprasikan benda itu. Ia melihat sebuah tulisan yang di tempel didekat layar membuatnya pergi dengan tergesa – gesa.

“aku tak akan membuatmu pergi dariku lagi” ucapnya pelan dengan sedikit berlari.

Temui aku sekarang di taman bermain dekat kantor. Sekarang aku memberimu waktu banyak untuk menemuiku.

Woohyun

**

“kukira kau tak datang lagi Park Chorong” ucap orang yang duduk di sebuah ayunan dengan senyum khasnya 
melihat Chorong yang masih mengatur nafasnya setelah berlari.

“siapa bilang aku dulu tidak datang. Aku datang tapi kaunya sudah pergi.” Sanggah Chorong berjalan menuju ayunan di sebelah Woohyun.

“benarkah. Maaf”

“kenapa waktu itu kau meninggalkanku? Bukankah kau yang memintaku untuk kesana? Kenapa kau pergi?” ucap Chorong gemetar. Rasanya ia ingin menangis sejadi – jadinya. Meluapkan semua unek uneknya pada Woohyun. Namun tenggerokannya seperti tercekat membuatnya hanya mengeluarkan air mata.

“hei, kenapa menangis? Aku minta maaf karena pergi meninggalkanmu dulu. Sebenarnya aku ingin mengatakan ini saat aku ingin menemuimu dulu. Aku menyukai mu sejak pertama kali bertemu di sekolah.
Aku selalu melihatmu dari jauh. Aku tidak bisa mendekatimu karena fans yang mengerubutiku setiap hari. Aku takut jika nanti kau disakiti oleh mereka. Saat kau berpacaran dengan jinyoung hatiku sakit tapi aku sedikit tenang karena dia bisa menjagamu. Ternyata aku salah ia hanya bisa menyakitimu saja. Maaf kan aku Chorong karena telah membuatmu menunggu” Woohyun mengakhiri ucapannya sambil menatap Chorong lekat. Tangisan Chorong semakin keras mendengarnya.

“tidak apa-apa. Yang penting sekarang kau sudah kembali. Sebenarnya aku juga sama sepertimu. Aku sudah menyukaimu saat pertama kali masuk sekolah. Tapi setelah berjalanya waktu aku mundur dan mulai melupakanmu. Karena aku tau kau jauh dari jangkauanku. Kau adalah laki – laki yang populer, tampan dan, disukai banyak wanita. Saat aku tau kau yang mengirimi aku surat itu. Perasaan ini muncul kembali dan tak bisa dihilangkan sampai sekarang.” Ucapnya masih tersendu – sendu. Woohyun menariknya kedalam pelukanya. Entah kenapa pelukan ini terasa menenangkan bagi chorong-setelah orang tuanya-.

“oh iya sabtu nanti ada reuni SMA kau ikut?” Tanya Woohyun

“aku ingin menghadirinya. Tapi di undangannya harus membawa pasangan. Kan aku tidak punya pasangan” ucap Chorong sambil mengerucutkan bibir. Membuat Woohyun gemas melihatnya.

“kan ada aku. Kau ini bagaimana sih”

“eh…kaukan belum jadi pasanganku”

“belum? Berarti akan kan?”

“baiklah, Park Chorong maukah kau menjadi pasangan hidupku?” ujar Woohyun berlutut didepan Chorong.

iya, Nam Woohyun” jawab Chorong dengan senyum malu.

**

END

No comments:

Post a Comment